Makna Ilmu Asmaragama

Ilmu asmaragama berasal dari kata asmara bermakna cinta atau percintaan, sedangkan gama berarti senggama atau setubuh. Dengan demikian Asmaragama bermakna seni persenggamaan atau seni persetubuhan.

Pengertian Ilmu Asmaragama - Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen

Pengertian seni di sini mengandung arti kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. Jika makna kata Asmaragama tersebut lebih dijabarkan, maka akan didapatkan pengertian: kesanggupan akal manusia untuk menciptakan suatu tata cara persenggamaan yang bernilai tinggi.

Adanya akal di sini menyebabkan peristiwa bersatunya dua insan lain jenis itu berjalan sesuai norma dan aturan yang bernilai tinggi yang sudah seharusnya terdapat pada diri manusia sesuai dengan kodrat penciptaan manusia oleh Tuhan Yang Maha Esa di mana manusia adalah makhluk-Nya yang paling berakal.

Dengan konsep seperti itu maka manusia hendaklah melakukan hubungan intim berdasarkan nilai-nilai kemanusiaannya yang tinggi yang telah dianugerahkan Tuhan.

Meski sesungguhnya hubungan ‘penyatuan’ antar dua manusia lain jenis itu dapat saja berlangsung antara siapa saja, namun mengingat adanya aturan yang melingkupi manusia yang bersurnber dari Tuhan, maka hubungan tersebut tidak serta merta dapat berlangsung sesuai kehendak hati. Dalam arti, manusia yang berakal tinggi tidak begitu saja dapat saling menumpahkan rasa cintanya kepada siapapun juga yang dikehendakinya tanpa adanya aturan yang tegas dan jelas.

Di sinilah letak pentingnya sebuah pernikahan sebelum proses persenggamaan itu terjadi. Dan ini pulalah yang jelas membedakan antara manusia dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain, semisal binatang atau juga tumbuh-tumbuhan.

Manusia Tidak Seperti Binatang Dan Tumbuhan

Pada binatang atau hewan, karena mereka tidak terikat dalam sebuah aturan bernama pernikahan, hubungan kelamin di antara mereka dapat saja berlangsung secara bebas selama terdapat prinsip saling bersedia dan saling menginginkan.

Ayam jago bebas mengawini babon (ayam betina) manapun juga yang ia kehendaki dan begitu pula sebaliknya, babon bebas memilih ayam jago mana pun juga yang diinginkannya untuk mengawininya. Semuanya berlangsung sesuai tata aturan ‘kerajaan’ hewan dan sesuai pula dengan ‘akal’ rnereka.

Dalam setiap ajaran yang mengandung unsur-unsur keagungan dan kemuliaan, manusia yang menganut prinsip dan paham seks bebas (free sex), pada dasarnya telah meruntuhkan tingginya nilai-nilai kemanusiaannya sendiri yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya.

la telah menghancurkan ketinggian akalnya sendiri dan tragisnya, tidak jarang mereka meniru ‘aka!’ bagaimana hewan berperilaku dalam bersetubuh!

Ilmu Bercinta Dalam Ilmu Asmaragama Budaya Jawa Ada Aturannya

Dalam khazanah budaya Jawa, ajaran tentang tata aturan atau tata cara yang bernilai tinggi perihal sopan santun dan tata krama persenggamaan telah banyak ditulis dan dijelaskan oleh para leluhur orang Jawa dengan berbagai macam versi penulisan dan penjelasannya.

Pengertian Ilmu Asmaragama - Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen

Semuanya menunjukkan, bahwa persenggamaan merupakan suatu ilmu yang ‘harus’ dimengerti dan dikuasai agar hubungan intim yang terjalin antara sepasang manusia, yang tentu saja telah menikah sesuai dengan norma dan aturan yang menunjukkan tingginya akal yang dimiliki manusia, dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi keduanya.

Tegasnya, jika puncak kenikmatan itu hendak diraih, maka keduanya sebisa mungkin mencapai dan merasakannya. Sifat egois dan maunya menang sendiri sudah pada tempatnya jika disingkirkan jauh-jauh. Bahkan lebih jauh, leluhur orang Jawa melalui para pujangga dan para ahlinya telah mengajarkan aturan perihal setelah puncak kenikmatan itu tercapai. lni jelas menunjukkan, persenggamaan tidak serta merta dilakukan hanya untuk

mencari kepuasan semata-mata, namun tetap mempunyai misi dan tujuan tertentu yang jauh lebih mulia dibandingkan kepuasan itu.

Persenggamaan tidak hanya dilakukan agar, saling mengeluarkan air mani semata-mata, akan tetapi mempunyai tujuan yang jauh lebih agung dibandingkan sekadar saling memancamya air mani tersebut.

Ilmu Asmaragama Menjunjung Tinggi Kehormatan Wanita

Dalam setiap tulisan dan penjelasan maupun ajarannya, kesemua pujangga dan ahli Jawa seolah telah sepakat untuk berpesan, bahwa satu hal yang sangat penting dari Ilmu Asmaragama itu adalah penjagaan dan penjunjungan tinggi pada kehormatan wanita.

Dalam Ilmu Asmaragama, wanita bukan merupakan objek yang bebas untuk diperlakukan sekehendak hati, melainkan subjek selaku partner penting hingga karenanya kehormatannya perlu dijaga dan dijunjung tinggi. Wanita bukan merupakan ‘tempat’ bagi lelaki untuk menyalurkan hasrat berahinya semata, akan tetapi merupakan partner yang seimbang untuk meraih kebahagiaan bersama.

6 Tahapan Ilmu Asmaragama

Leluhur orang Jawa, di antaranya seperti yang tertulis di dalam Serat Nitimani, membagi ajaran bercinta itu ke dalam enam tahapan yang harus ditempuh bagi sepasang insan yang hendak dan tengah melakukan hubungan intim, agar kegiatan bercinta tersebut dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan kedua belah pihak.

Keenam tahapan tersebut adalah:

  1. Asmara Nala,
  2. Asmara Tura,
  3. Asmara Turida,
  4. Asmara Dana,
  5. Asmara Tantra, dan
  6. Asmaragama.

Adapun penjelasan dari masing-masing tahapan Ilmu Asmaragama tersebut di atas, adalah sebagai berikut:

1. Asmara Nala

Asmara Nala disebut pula sengseming manah. Makna terpenting yang terkandung dalam tahap asmara nala itu adalah adanya landasan kuat berupa cinta kasih dari sepasang insan yang hendak melaksanakan hubungan intim.

Pengertian Ilmu Asmaragama - Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen

Cinta adalah sesuatu yang indah yang sulit diterjemahkan dalam kalimat secara tepat, namun jelas dapat dirasakan kehadirannya.

Jika cinta telah datang dan ‘mengamuk’ di hati seseorang, ia akan meronta-ronta keras meminta tindakan selanjutnya selaku perwujudan nyata dari perasaan cinta itu.

Seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang wanita, akan ditimpa berbagai perasaan yang sulit digambarkan meski nuansa keindahan jelas nyata melingkupi hatinya. Perasaan senang, bahagia, resah, gelisah dan berbagai perasaan campur aduk di dalam hatinya yang sangat sulit bagi dirinya untuk menyembunyikan rapat-rapat perasaan cintanya tersebut.

Betapapun pintamya ia menyembunyikan perasaannya, namun busur panah di hatinya telah terentang kuat untuk melesatkan anak panah cinta kepada wanita yang dicintainya, sehingga sikap dan tindakannya tak lagi mampu menipu, bahwa dirinya tengah diterpa perasaan cinta.

Karena gejolak cinta itu selalu mencari peluang dan kesempatan untuk diwujudkan, maka penyaluran yang benar lagi terpelihara diperlukan untuk itu. Kegiatan bercinta merupakan puncak penyaluran rasa cinta yang paling benar dan terpelihara di mana Asmara nala adalah landasan kuat untuk itu.

Jika aktivitas seksual itu dilakukan tanpa adanya sengseming manah (rasa cinta), maka bisa jadi tindakan itu hanyalah berupa penyaluran hasrat birahi semata-mata. Lelaki atau juga wanita yang mengencani PSK (Pekerja Seks Komersial) tidak perlu harus mempunyai rasa cinta agar berahinya tersalurkan.

Tahapan Asmara nala merupakan tahap yang penting menuju Asmaragama yang sehat dan benar. Dalam tubuh suami dan istri yang telah bergolak rasa cinta yang sangat, dan pergolakannya benar-benar menggetarkan. Gejolak perasaan itu tidak hanya terhenti di dalam hati semata, melainkan mengalir sedemikian deras dan terus berimbas pada gerak seluruh anggota tubuh, semisal pada mata, hidung, tangan, kaki, dan tentu saja pada genitalia (alat kelamin).

Gelora berahi yang telah berkobar sedemikian dahsyat ini, jika tidak mendapatkan penyaluran yang baik maka bisa jadi akan berubah menjadi ‘petaka’ yang besar di kemudian nanti.

2. Asmara Tura

Asmara Tura disebut pula sengseming pandulu. Makna sengseming pandulu secara bahasa adalah kebanggaan pandangan.

Dalam tahapan ini, mata atau penglihatan memegang peranan yang sangat penting . Dan ini merupakan sesuatu yang lumrah, bahwa orang yang tertarik kepada sosok pribadi lain bermula dari penglihatan atau pandangan matanya.

Kedua insan yang hendak bercinta sudah seharusnya dilandasi oleh ketertarikan masing-masing pihak, terutama pada ketampanan atau kecantikannya. Adapun nilai ketampanan atau kecantikan ini tidak dapat dijadikan sebagai ukuran yang pasti, mengingat masing-masing orang mempunyai penilaian dan penafsiran tersendiri terhadap ketampanan atau kecantikan yang dilihat dan dirasakannya.

Mengingat makna sesungguhnya dari sengseming pandulu secara bahasa adalah kebanggaan pandangan, maka pasangan yang hendak melakukan hubungan intim sudah seharusnya mempunyai rasa kebanggaan terhadap pasangannya.

Dari perasaan bangga itu akan menyebabkan keduanya saling berdekatan. Kedekatan antar keduanya akan menyebabkan hormon pheromon pada masing-masing bekerja. Semakin giat sang pheromon bekerja, maka akan semakin ‘nakal’ tangan masing-masing untuk menelusup dan mencari sasaran-sasaran di tubuh ‘lawannya’ untuk terus mengobarkan hasrat seksual masing-masing untuk menuju puncaknya.

3. Asmara Turida

Asmara Turida disebut pula sengseming pamirengan. Maknanya adalah daya tarik yang berasal dari suara yang didengar (pamirengan). Para ahli katuranggan (ahli candra wanita) menyebutkan bahwa tahap sengseming pamirengan ini merupakan tahap yang sangat vital untuk menunjukkan kasih sayang di antara keduanya sebelum akhirnya mereka bersatu dalam kelezatan bercinta.

Pengertian Ilmu Asmaragama - Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen

Suara-suara indah, semisal: desahan yang menggelitik saraf atau rengekan manja meminta, akan menjadikan suasana semakin terasa romantis sekaligus menjadi tambahan semangat bagi keduanya menuju puncak hubungan keduanya.

Oleh karenanya, orang yang lihai dalam soal olah asmara ini adalah orang yang lihai menyuarakan ‘suara-suara’ indah untuk menembus hati hingga pasangannya akan terlena serta terbuai karenanya. Sepasang insan yang tengah bersetubuh tentu akan merasa jauh lebih nikmat jika sang wanita memberikan tambahan penyemangat bagi pasangannya melalui suara dan desah nafasnya yang terdengar merangsang namun terkendali.

4. Asmara Dana

Asmara Dana disebut pula sengseming pocapan. Maknanya adalah daya tarik yang berasal dari suara yang diucapkan (pocapan).

Tahap ini juga merupakan tahap yang penting bagi sepasang insan sebelum keduanya bersama-sama mengarungi lautan asmara yang bergelora dahsyat. Kata atau kalimat yang tepat adalah bumbu penyedap yang akan membuat persenggamaan yang hendak mereka lakukan terasa semakin lezat.

Akan tetapi jika salah dalam mengeksploitasi kata dan kalimat dalam acara romantis ini, bisa jadi merupakan kegagalan terbesar bagi keduanya dalam berolah asmara.

Bisa kita bayangkan, bagaimana seorang istri akan dapat sempurna menikmati hubungan badan yang tengah atau akan dijalaninya, jika suaminya terus-menerus menceritakan kejadian tabrakan di jalan raya yang tadi dilihatnya? Bagaimana pula seorang lelaki akan terus bergejolak hasrat birahinya setelah berhadap-hadapan dan siap ‘berternpur’ dengan istrinya, sementara istrinya terus saja mengoceh dan sibuk menceritakan sejumlah hutang yang harus dibayar selepas mereka melakukan hubungan intim nanti?

Semua ucapan akan semakin bermakna jika diucapkan pada tempat dan suasana yang tepat. Maka khusus pada saat romantis ini, kata-kata atau kalimat yang bernilai romantis sajalah yang digunakan selaku kayu bakar untuk semakin mengobarkan gelora berahi keduanya yang telah mulai terbakar.

5. Asmara Tantra

Asmara Tantra disebut pula sengseming pangarasan. Pada tahap ini ciuman menjadi suatu tindakan yang akan semakin mengobarkan gairah seksual kedua pasang pecinta ini.

Laksana garam pada masakan, ciuman pastilah tidak dapat dilepaskan dari kegiatan olah asmara. Dengan kata lain, persenggamaan tanpa dihiasi ciuman, laksana masakan yang kurang sedap rasanya karena ketiadaan garam di dalamnya.

Ini jelas menunjukkan, bahwa masalah pengetahuan ciuman sangat perlu untuk diketahui. Suami – istri sudah pada tempatnya jika mempelajari teknik-teknik berciuman, sehingga ketika mereka mempraktikkannya sebelum olah asmara mereka berlangsung, akan semakin meningkatkan kelezatan kegiatan bercinta yang mereka lakukan kemudian.

Vatsyayana, pengarang kitab Kamasutra yang sangat melegenda di dunia, merekomendasikan ciuman pada bagian-bagian tubuh, seperti: kening (dahi), mata, pipi, leher, dada, bibir dan di dalam mulut.

Pengertian Ilmu Asmaragama - Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen

Hasrat yang kuat mungkin akan membakar sang pencinta untuk bergerak ke arah selangkangan, tangan dan perut.

Perlu diketahui pula, masing-masing jenis ciuman akan membawa kenikmatan dan psikologis yang berbeda-beda sesuai tempat pendaratan ciuman tersebut.

6. Asmaragama

Asmaragama disebut pula sengseming salulut. Inilah tahap terakhir sekaligus puncak dari enam tahap dalam seni bersenggama (Asmaragama). Sengseming salulut mengandung makna daya tarik menuju jalan persenggamaan.

Pada tahap ini hendaklah dilakukan dengan perlahanlahan dan tidak tergesa-gesa, meski keinginan untuk segera bersatu akibat rangsangan hebat dari tahap-tahap sebelumnya telah demikian kuat.

Sikap buru-buru bisa jadi akan menyebabkan anti klimaks dan membuahkan kekecewaan. Oleh karenanya perlakuan khusus masih tetap diperlukan agar kesempurnaan kenikmatan dapat digapai keduanya.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk hal itu. Satu cara dapat dilakukan sang pria seperti mencium sekujur tubuh pasangannya, dimulai dari jari-jari kaki untuk terus menuju atas hingga pipi, kemudian berbelok menuju bibir untuk seterusnya kembali ke bawah dan berhenti di titik magis tubuh pasangannya, yakni alat kelaminnya. Pada tempat itulah puncak kelezatan bersetubuh dari wanita, terutama pada daerah pinggir-pinggirnya.

Adapun bagi sang wanita, dapat melakukannya dengan menggesek-gesekkan payudaranya ke tubuh pasangannya dengan lembut dan berakhir pula pada penis pasangannya dengan menjepit atau mengapitnya dengan dua bukit indahnya itu.

Puncak dari kegiatan bercinta tersebut adalah salulut, yakni masuknya alat kelamin lelaki ke dalam alat kelamin wanita.

Penis sebelum memasuki vagina haruslah memenuhi 4 (empat) syarat, yakni: keras, dan hangat (Soal ukuran dan panjang tidak menjadi masalah asalkan bisa memberikan kepuasan). Sedangkan ciri-ciri siapnya vagina menerima masuknya sang penis adalah: terasa hangat, lembut (empuk) dan menyerah.

Ketika persatuan itu terjadi, bagi pasangan yang tengah berasyik masyuk itu dunia serasa berhenti berputar, seakan dikalahkan suasana dan kondisi penuh kenikmatan yang tengah direguk dan dialami oleh keduanya.

Itulah pengertia Ilmu Asmaragama sesungguhnya.


Baca Juga: Doa-Doa Mahabbah Keramat Yang Dipergunakan Para Sakti Dan Orang Pintar Jaman Dulu Untuk Menarik Lawan Jenis


Jika anda merasa bermasalah dengan Kegiatan Bercinta / Melakukan Kegiatan Intim / Mengalami masalah kurang harmonis dalam berhubungan ranjang dengan pasangan dapat konsultasikan dengan pengobatan paranormal melalui:

Call/SMS: 0822 4272 2014 / 0857 2679 2014 (Mbak Ayu)

PIN BB: 56F3B6E7

Email: metafisika103@gmail.com

langsung lewat ‘Live Chat’ yang ada di pojok kiri layar ini.

Atau langsung lewat website di halaman KONSULTASI GRATIS.

Kami akan berusaha memberikan solusi masalah yang anda alami.


Semoga artikel Ilmu Asmaragama Sesungguhnya – Pengertian Ilmu Cara Hubungan Intim Ala Jawa / Kejawen dari pengobatan paranormal bermanfaat bagi anda, dan jika anda merasa artikel ini bermanfaat, please share di media sosial anda, agar semua orang dapat mendapatkan manfaat positif dari artikel ini. 🙂

1,677 total views, 4 views today