Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa Atau Kejawen

Penglaris dagangan dan pesugihan dalam dunia ekonomi jawa jelas berbeda dengan ekonomi yang lain. Ekonomi Jawa juga berusaha mencari keuntungan.

Namun, dalam meraih keuntungan tak hanya didasarkan pada manajemen bisnis semata, melainkan juga tak sedikit yang dilandasi ritual mistik kejawen. Prinsip ekonomi Jawa untuk meraih kabegjan, tak dicapai menggunakan sistem pasar semata. Orang Jawa mencoba menerapkan manajemen batin yang secara tak langsung akan membuat roda ekonomi menjadi lebih lancar.

Falsafah ekonomi Jawa lebih menekankan pada aspek Ketuhanan yang utuh. Apalalgi, kalau pelaku ekonomi tersebut juga menjalankan mistik kejawen tulen, tentu segala perilakunya diwarnai ritual-ritual. Paling tidak, landasan yang paling menonjol adalah prinsip bahwa rezeki adalah peparinge Pangeran (pemberian Tuhan): Rezeki telah digaris (pininta) atau diatur oleh Tuhan.

Karenanya, keuntungan (bebathen) sedikit atau banyak bagi mereka tak masalah. Untung rugi tak diukur dari aspek material saja, melainkan dari spiritual. Itulah sebabnya, dalam menjalankan roda ekonomi selalu khas Jawa, yaitu dilandasi prinsip nrima dan pasrah.

Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa

Rugi Materi Atau Uang Tak Masalah, Yang Penting Persaudaraan Tetap Terjaga

Tradisi mistik kejawen juga menanamkan roda ekonomi Jawa melalui ungkapan tuna satak bathi sanak. Artinya, rugi materi atau uang pun mereka tak menjadi soal, yang penting persaudaraan tetap terjaga.

Jadi, kegiatan ekonomi tak semata-mata untuk mengeruk keuntungan sebesar-besamya, melainkan keuntungan yang sedikit tetapi ajeg.

Mereka mengandalkan budaya spiritual sempulur (terus-menrus) aliran rezekinya, yaitu mbanyu mili (seperti air mengalir) tiada berhenti.

Keuntungan tak harus melimpah, melainkan berjalan terus. Karenanya, implikasi aktivitas ekonomi ini juga dijiwai oleh sosial dan kultur spiritual Jawa. Dalam berdagang, cukup untung sedikit tetapi jujur dan tak membuat pelanggan kecewa. Maka, pemalsuan barang ekonomi dan hal-hal yang dapat merugikan konsumen selalu dihindari.

Siapa Yang Boros Akan Menjadi Mangsa Buto Ijo

Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa

Dalam tradisi mistik kejawen, terutama mistik budi pekerti luhur selalu menjadi acuan ekonomi Jawa. Mereka menggunakan prinsip-prinsip ekonomi: wani tombok, cucuk, pekoleh, ngirit, guthuk, lumayan, dan sejenisnya. Intisari prinsip adalah pada titik kesederhanaan dan kejujuran batin.

ltulah sebabnya, mereka tak mungkin lagi menerapkan budaya boros, tanpa petung, mubra-mubra, dan sebagainya. Budaya semacam ini hanya akan membuat roda ekonomi tersendat-sendat. Bahkan, mereka yang tercebut ke dunia ekonomi terakhir ini, dipercaya akan menjadi mangsa bathara Kala ataupun Buta Ijo.

 

Budaya Mistik Penglarisan Dagangan Dan Pesugihan

Dunia ekonomi Jawa memang kadang-kadang berbau sakral. Tak sedikit para pelaku ekonomi yang melakukan mistik kejawen dalam rangka mencari pelaris dagangan (agar dagangan laris terjual) dan golek pesugihan (mencari kekayaan).

Dua tradisi ini ditempuh melalui ritual-ritual mistik kejawen yang khusyuk. ltulah sebabnya, mereka senang mendatangi tempat-tempat keramat yang dianggap memiliki tuah. Beberapa tempat yang sering didatangi pelaku ekonomi Jawa antara lain di Gunung Kemukus kabupaten Sragen, gunung Srandhil di kabupaten Cilacap, gunung Kawi di Malang, Makam Sewu, Parangtritis dan sebagainya. Tempat-tempat tersebut dip an dang akan memberi tuah bagi kekayaan seseorang.

Di tempat-tempat yang keramat tersebut, biasanya terdapat makam leluhur yang pantas dimintai tolong agar dirinya kaya atau ekonominya lancar. Yang dilakukan di temp at itu adalah berdoa, nyekar, dan bersemedi agar diberi kemudahan melaksanakan ekonomi.

Hal semacam ini pernah penulis tanyakan kepada pelaku ekonomi Jawa yang datang dari Salatiga ke gunung Kemukus. Dia merasa bangkrut dalam waktu-waktu terakhir ketika menjalankan usaha toko, lalu datang ke makam Pangeran Samodra dan Sendang Ontrowulan di gunung Kemukus.

Di situ dia benar-benar meminta, dengan cara semedi, mengambil bunga-bunga yang tersebar di atas makam dan membasuh mukanya di sendang OntrowuIan. Ternyata, sedikit demi sedikit usahanya mulai bangkit lagi dan mendapat keuntungan lumayan.

Di tempat-tempat lain, tradisi mistik kejawen juga dilakukan untuk memperoleh kabegjan (keuntungan). Di Bulus Jimbun misalnya, oleh juru kunci selalu dipesankan agar usaha ekonomi yang dilakukan berhasil, pemohon harus menjauhkan diri dari penipuan. Pelaku ekonomi harus menjaga kualitas barang, ketika dagangannya laris. Sedangkan di Jaran Penoleh, juga diwasiatkan agar dalam melakukan ekonomi senantiasa melihat ke kanan dan ke kiri (menoleh kanan kiri). Artinya, selalu mempelajari diri, mengapa di kanan kirinya dapat berusaha berhasil.

Pendek kata, mencari penglaris dagangan dan pesugihan dalam masyarakat mistik kejawen memang fenomena yang unik.

Mereka mencari keheningan dan ketenangan batin agar ada koreksi diri dan refleksi ke depan usaha ekonominya. Bahkan, seringkali mereka juga menggunakan jimat (benda keramat) untuk mendapatkan kekayaan. Tak sedikit pedagang di pasar tradisional Jawa, misalkan di pasar Beringharjo yang menggunakan jimat agar dagangannya laris. Jimat tersebut berasal dari tempat keramat, antara lain berupa bunga kenanga, batu akik, keris kecil dan lain-lain yang diletakkan di bawah barang dagangannya agar menarik pembeli. Jimat tersebut selalu ditaburi oleh kemenyan setiap Malam Jumat, dan diberi sesaji bunga-bunga.

Memperkuat Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dengan Laku Tirakat

Pelaku ekonomi Jawa juga sering menjalankan tirakat agar dagangannya laris. Tirakat adalah laku spiritual Jawa yang dilakukan dengan cara sesirik (mencegah) sesuatu. Tirakat juga sering dilakukan di rumah saja dan atau di tempat lain yang keramat.

Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa

Jika dilakukan di rumah, biasanya berupa tapa ngebleng tiga hari tiga malam, berdiam diri di kamar. Tentu saja, hal ini akan merugikan dari aspek ekonomi, karena tak bisa berjualan. Namun, mereka meyakini meskipun harus libur berdagang tiga hari setelah itu akan mendapat keuntungan berlipat ganda. Setidaknya, dagangan mereka akan disegani pembeli.

Tirakat juga sering dilakukan pada waktu yang berhubungan dengan weton (hari kelahiran). Mereka hanya berpuasa sehari semalam atau sehari saja dan masih tetap berjualan. Tirakat semacam ini, rupanya yang paling banyak digemari oleh pelaku ekonomi, karena lebih ringan dalam menjalankannya.

Adapun tirakat yang dilakukan di tempat-tempat sakral, bertujuan untuk ngalap berkah (mencari berkah). Mereka gemar menghadiri ritual-ritual di petilasan dan makam tokoh tertentu. Di tempat tersebut lalu meminta kepada tokoh tersebut dengan cara semedi dan hubungan batin.

 

Menyikapi Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa

Penglarisan dagangan dan pesugihan dalam ekonomi jawa pada dasarnya bersifat positif. Dalam ekonomi jawa kita harus bersikap saling baik dengan orang lain, dalam menjalin perekonomian kita harus ingat Tuhan dalam melakukan perekonomian, kita tidak boleh serakah dalam perekonomian, kita harus berhenti sejenak dalam berdagang untuk menyegarkan pikiran dalam perputaran perekonomian tapi bukan untuk liburan melainkan lebih kepada merenungkan dan merefleksikan diri pada penyelarasan pikiran yang lebih positif dalam berdagang.

uang-soekarno Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa

Sedangkan melakukan tapa dan menggunakan azimat tertuntu pada dasarnya adalah untuk mendapatkan energi positif dari alam dan tokoh tertentu, namun banyak orang yang salah mengira dan menganggap jika dengan bertapa disuatu tempat dan bermalam di sebuah makam akan mendapatkan bantuan dari arwah yang ‘menunggui’ tempat tersebut.

Inilah pandangan yang salah dalam usaha penglaris dagangan dan pesugihan jawa, orang cenderung berkeyakinan penuh jika ‘Arwah Yang Menunggui’ lah yang memberikan segala bantuan.

Sebenarnya bukan arwahnya, tapi energi dari arwah atau leluhur tersebut menular pada diri kita. Ibaratnya begini, anda berkumpul dengan orang-orang pintar maka anda akan pintar, tapi jika anda berkumpul dengan orang-orang bodoh anda akan menjadi bodoh. Jika anda berkumpul dengan orang pintar menjadi lebih pintar maka anda tertular energi dari orang pintar tersebut, dan jika anda berkumpul dengan orang bodoh anda menjadi bodoh maka anda tertular energi dari orang-orang bodo.

Pada saat anda bertapa atau menggunakan azimat, sejatinya bukan roh atau arwahnya yang masuk pada diri anda, melainkan anda tertular energinya, anda tertular energi dari ‘Roh atau Arwah’ dan seketika anda mendapatkan semacam Keberanian, ilham, Pemahaman, dan Semangat selayaknya roh atau arwah tersebut. Jadi jangan mengagungkan ‘Roh atau Arwah’ yang ada pada azimat benda atau tempat kramat yang anda datangi dengan cara merawat azimat atau tempat kramat tertentu secara berlebihan, yang justru membuat anda menjadi mempercayai bahwa semua kekuatan berasal dari Roh atau Arwah yang tersimpan pada azimat atau tempat kramat tersebut dan justru membuat anda menjadi ‘Syirik’ dan ‘Jauh dari Tuhan’.

Tapi perlu anda ingat energi yang tertular pada diri anda lewat sarana azimat atau bertapa di tempat tertentu tidak selalu energi baik atau energi positif bisa jadi yang anda dapatkan adalah energi negatif dari roh atau arwah jahat yang justru akan mencelakai diri anda.

Kami sarankan lebih baik buka aura kerezekian untuk membuka aura positif anda sendiri daripada melakukan tapa atau menggunakan sarana azimat dari benda tertentu yang energinya belum tentu cocok dengan diri anda. Untuk melakukan buka aura rezeki, anda dapat melakukan buka aura rezeki lewat pengobatan paranormal jarak jauh untuk mendapatkan penglaris dagang dan pesugihan yang lebih aman, karena sumber penglarisan dan pesugihan bersumber dari inner energi diri anda sendiri.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Ilmu Gaib Dengan Puasa

Semoga artikel Penglaris Dagangan Dan Pesugihan Dalam Dunia Ekonomi Jawa Atau Kejawen dari pengobatan paranormal bermanfaat bagi anda, jika anda merasa artikel ini bermanfaat please share di media sosial anda agar semua orang mendapatkan manfaat positif dari artikel ini. 🙂

 

580 total views, 1 views today